"Bodoh! Jangan berkata sembarangan! Memang nya kau tahu perkataan mama itu benar?" ujar Kristian marah sambil meletakkan mangkuk bubur Yogi. "Aku bukan manusia bodoh yang tak tau arti dari kebencian kalian padaku! Itu sudah menjadi kode besar! Aku tau aku hanya anak kecil, tapi bukan berarti aku bodoh untuk kalian kelabui!" Yogi menjawab tak kalah berapi-api. Bahkan kepalanya kembali berdenyut saat berteriak, beruntung ruangan nya kedap suara. "Kalian? Jangan katakan seolah kami tau penyebabnya!" Tak sadar Kristian membentak Yogi lalu berdiri. "Lalu, mengapa kalian membenciku, menyiksaku, menjauhiku? Tak logika jika kalian melakukan nya tanpa sebab!" ujar Yogi sinis, ia menatap datar ke arah Kristian yang belum menjawabnya. Kristian bungkam seketika. "Apa? Mau mengatakan hal yang sama?

