"Mama ... tulun ...." Suara cedal nan menggemaskan itu membuat bibir ranum Meli tersenyum seketika. Dia menciumi gemas sang anak yang masih berumur dua tahun lebih itu di gendongannya. "Tidak, nanti Ugi nakal," larang Meli. Sang anak pun mengerucut kesal lalu membuang muka, melihat hamparan rumput hijau di depannya yang dipenuhi batu-batu rapi dengan hiasan sedikit bunga di dekatnya. "Papa ...." rengeknya pada sang ayah yang masih mengeluarkan bunga dari mobilnya. "Iya sayang?!" Dimas mengusap rambut hitam sang anak dengan sebelah tangan, sedang tangan yang satunya masih memegang bunga. Dimas? Mengapa bisa? Ya, sejak Yogi meninggal tiga tahun silam, Dimas memutuskan untuk kembali menikahi Meli. Tak mungkin juga mengharapkan pertanggung jawaban Hermawan yang jelas masih memiliki istri
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


