Epilog

1136 Kata

"Mama ... tulun ...." Suara cedal nan menggemaskan itu membuat bibir ranum Meli tersenyum seketika. Dia menciumi gemas sang anak yang masih berumur dua tahun lebih itu di gendongannya. "Tidak, nanti Ugi nakal," larang Meli. Sang anak pun mengerucut kesal lalu membuang muka, melihat hamparan rumput hijau di depannya yang dipenuhi batu-batu rapi dengan hiasan sedikit bunga di dekatnya. "Papa ...." rengeknya pada sang ayah yang masih mengeluarkan bunga dari mobilnya. "Iya sayang?!" Dimas mengusap rambut hitam sang anak dengan sebelah tangan, sedang tangan yang satunya masih memegang bunga. Dimas? Mengapa bisa? Ya, sejak Yogi meninggal tiga tahun silam, Dimas memutuskan untuk kembali menikahi Meli. Tak mungkin juga mengharapkan pertanggung jawaban Hermawan yang jelas masih memiliki istri

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN