Deg!! Semuanya menegang di tempat, Ferry sudah menutup mulutnya menggunakan telapak agar tak mengeluarkan isak tangis yang membuat sahabatnya itu khawatir. Ferry berjongkok, menutup seluruh bagian wajahnya dengan bahu bergetar. Sedang yang lain menangis dalam diam. Nisa mengisyaratkan Hermawan agar mendekat ke ranjang pesakitan Yogi. Hermawan memandang anak polos yang sedang tergolek lemah di ranjangnya dengan tatapan mata yang kosong. Hatinya tiba-tiba teriris perih saat menyadari betapa miripnya Yogi dengan Jina, ibunya. d**a nya bergemuruh saat membayangkan betapa tersiksanya anak itu selama ini karena nya, melihat penyesalan Meli yang sebegitunya. Perlahan jemari Hermawan menggenggam tangan kiri Yogi, meresapi kehangatan anak yang tak pernah sekalipun di lihatnya dan di anggap oleh

