BAB 78

1408 Kata

Dira menatap rumah minimalis itu dengan hati gamang. Tidak yakin ingin melakukan apa. Ia menundu, menatap kunci yang sekarang ada di tangannya. Logam itu terasa dingin di tangannya yang gemetar. Bayangan saat Ethan melepasnya pergi kembali berputar di benaknya, tapi ia meyakinkan diri bahwa mereka berdua butuh jarak. Badai emosi ini terasa mencekik. Perlahan, Dira melangkah mendekati rumah ‘amannya’. Aroma bunga dan laut berpadu lembut di udara, mengirimkan aliran menenangkan yang langsung meresap ke dalam dirinya. Angin pantai berbisik di antara dedaunan pohon palem yang tertata rapi di halaman, sementara suara deburan ombak terdengar samar di kejauhan. Tangan Dira gemetar saat kunci itu berputar di dalam lubang kunci. Napasnya tersengal, jantungnya berdetak kencang seolah ingin meningg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN