“Ethan!” Dira begitu panik saat Ethan ambruk dalam pelukannya, nyaris membuat mereka berdua jatuh berguling di lantai yang keras dan dingin. Ia mencoba menggoyangkan tubuh berotot pria itu, tapi Ethan bergeming, seolah pria itu batu. “Ethan!” Terdengar erangan kecil. Dira membawa Ethan dengan susah payah ke kamar mereka. Bukan perkara mudah mengingat bobot Ethan nyaris membuatnya patah tulang. Setelah perjalanan panjang yang seolah selamanya, Dira membaringkan Ethan di atas ranjang. Selama itu, Ethan sama sekali tidak bersuara. Yang membuktikan kalau pria itu tidak baik-baik saja. Dira menempelkan tangannya di dahi Ethan. Sangat panas. “Kau demam!” Ethan menggumamkan sesuatu yang tidak dimengerti oleh Dira, tapi ia tidak hilang akal. Meski panik, Dira berusaha tetap bersikap tena

