“Dira, kau baik-baik saja?” tanya Ethan begitu Dira keluar dari kamar mandi. Dira mengusap mulutnya dengan punggung tangannya, menatap Ethan yang terlihat cemas. “Aku baik-baik saja. Kau tidak perlu berdiri hanya untuk memeriksa keadaanku. Sepertinya aku ..." belum sempat ia menyelesaikan ucapannya dorongan untuk mengeluarkan isi perut kembali menghantamnya. Dira kembali ke kamar mandi. Ethan berdiri di belakang, menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajahnya. Tangan hangat Ethan menangkup wajah Dira setelah wanita itu berdiri. Mata biru kristalnya mengamati Dira lekat. “Apa kita perlu ke rumah sakit?” Dira membelalak, dengan cepat menepis tangan Ethan. “Jangan konyol. Aku baik-baik saja." "Kau baru saja muntah di depanku." "Kurasa ini ada hubungannya denganmu,” ungkapnya engga

