BAB 64

1539 Kata

Ethan duduk di meja dekat jendela, mengenakan mantel hitam panjang dengan syal longgar warna senada di lehernya. Di dekatnya, secangkir kopi hampir dingin dibiarkan tanpa disentuh. Tatapannya yang tajam tertuju pada pintu kafe, sembari sesekali menatap jam tangannya. Di luar, langit musim dingin berwarna abu-abu, dengan salju turun perlahan menutupi jalan berbatu. Ethan mulai bergerak gelisah di kursinya. Orang yang tidak bisa menghargai waktu adalah orang yang tidak bisa dipercaya. Ethan kembali menatap jam tangannya. Tersisa lima menit sebelum waktu yang mereka sepakati. Jika dalam waktu itu dia tidak muncul… Tepat saat itu, Ethan mendengar suara pintu yang dibuka dan saat ia mendongak, seorang pria berusia pertengahan tiga puluhan dengan kacamata dan mantel tebal memasuki kafe. Dia ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN