Sosok itu meringkusku dari belakang, aku berusaha berontak, menendang-nendang sambil berteriak panik. "Hey, hey! Ini aku." Mendengar suara yang kukenal aku berhenti berontak, masih agak gemetar ketika dengan kesal melepaskan diri dari dekapan orang itu dan berbalik menghadapnya. Menepuk belakang kepalanya keras. "Auw, apa salahku?" Leon mengaduh. "Kamu membuatku takut!" seruku sebal. Langsung melangkah ke saklar dan menyalakan lampu. "Kamu yang membuatku khawatir, nggak ada di apartemen jam segini dan nggak bawa HP," sungut Leon. "Dari mana?" tanyanya sambil melemparkan tubuhnya ke kasurku. "Aku mau ikut latihan bela diri, Leon. Kamu punya kenalan yang bisa melatihku?" aku berkata tanpa menghiraukan pertanyaannya. Leon melemparkan tatapan penuh selidik, dan sepertinya dia menangkap

