Mission 46

1533 Kata

"Boleh kita lanjut ke yang lebih menguras tenaga?" Didaratkan sebuah kecupan dengan cepat ke bibir Elvina. Elvina pun mengangguk pelan dengan tersenyum malu. Kemudian mereka saling menatap sejenak, menyiapkan hati untuk melakukan penyatuan mereka pada malam pertama sebagai suami istri. Bibir Elvina yang manis dan entah mengapa sangat membuat Uwais tergoda malam ini, dilumat dengan lembut oleh suaminya itu. Sehingga tak ada penolakan dari sang istri. Bahkan Elvina balas melumat bibir Uwais, mengundang hasrat lelakinya semakin bergejolak. Tubuh Uwais sudah berada di atas tubuh Elvina. Bibirnya turun ke leher Elvina, meninggalkan tanda kepemilikan di sana. Elvina mengerang lembut dengan kedua tangan membelai rambut Uwais. Uwais menginginkan yang lebih lagi. Dia setengah berdiri dengan lut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN