Keesokan harinya Uwais kembali mengantarkan Elvina dan Ravindra ke sekolah taman kanak-kanak. Namun, tak seperti biasanya Uwais turun dari mobilnya dan mengantar Ravindra sampai ke depan pintu kelas. Hal tersebut sudah pasti karena Uwais penasaran dengan yang namanya Gya, dan juga Uwais berusaha menjaga Elvina agar tidak bertemu dengan papanya Gya, Abyan. “Gya … Gya …,” Ravindra memanggil-manggil nama Gya dan mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kelas. “Iya, Ravi!” Gya berlari menghampiri Ravindra saat mendengar suaranya. Dari depan pintu Uwais memperhatikan wajah putranya yang tampak sangat senang saat gadis bernama Gya datang. “Itu yang namanya Gya?” tanya Uwais berbisik pada sang istri. Elvina mengangguk membenarkan. Gadis kecil menggemaskan yang saat ini dikuncir dua dengan

