Ello POV. “Asalamualaikum pah” pamit Naya dari balik jendela kaca ruang ICU tempat papanya di rawat. Papanya sudah bisa duduk bersandar dengan kepala ranjang yang di berdirikan separuh. Ya memang belum bisa makan atau berkomunikasi banyak, tapi sudah jauh lebih baik. Dan karena sudah waktunya applusan dengan om Obi dan om Roland, jadi Naya pamit pada papanya lewat kaca jendela besar. Tidak bisa masuk ruang ICU, kalo kesempatan masuk ruang ICU hanya di berikan satu kali sehari, dan sudah aku ambil tadi, karena Naya harus ikut dengan kak Acha, tante Mia, Kimmy dan bang Timmy untuk beli barang barang serahan kalo mama bilang sih. Turuti aja deh, memang prosedur orang yang akan menikah itu, dari pihak lelaki harus beli barang barang kebutuhan untuk calon istrikan?. Bukti simbolik kalo barang

