72.Terpaksa Berpisah

2530 Kata

Ello POV. “Naya sayang aku…” jedaku pada Naya yang lalu diam setelah mengklaim dirinya anak haram. Sakit rasanya telingaku dengarnya. Kalo di dengar aja sakit, pasti tembus ke hati sakitnya. “Hei…sekarang apa yang kesedihanmu?” tanyaku karena dia hanya menoleh ke arahku dan tetap diam. Om Nino sudah bangkit berdiri lagi setelah menghela nafas panjang, lalu seperti yang lain ikut mengawasi Naya, dan aku juga karena duduk di sebelah Naya. “Yang….” tegurku lagi. Masih aja diam. “Kamu mau batalin nikahan kita?” tanyaku jadi takut juga karena Naya bertahan diam. “Memang kamu mau kita batal nikah?” malah balik tanya aku. “Ya habisnya kamu diam aja” jawabku. “Jadi bener kamu mau kita batal nikah?” tanyanya lagi. Aku tatap dulu ke empat orang tua yang bertahan mengawasi kami lalu mena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN