. . “Assalamu’alaikum, Sayangnya Bunda,” sapa Safira antusias. Wajahnya penuh binar bahagia bisa melihat wajah sang putra di depan matanya. Walau harus memakai telpon. Ya, seperti janji Omar. Setibanya mereka sampai di hotel, Omar langsung menghubungi sang putra melalui sambungan Video call. Saat wajah sang putra yang tampak, istrinya langsung meraih ponselnya dengan cengiran tanpa bersalahnya. Oh, istrinya tersayang. Begitu mempesona, apapun yang dilakukannya. Beginikah yang namanya bucin. Namun, jadi bucinnya sang istri Omar rela lahir batin. Omar mendekati sang istri yang asyik saling bercerita dengan putra mereka. Dengan penuh kasih sayang Omar memeluk tubuh sang istri dari belakang. Awalnya, tubuh Safira menegang. Namun, menjadi santai kembali begitu melihat wajahnya iku

