. . Pemandangan dari dalam kapal di malam hari memang luar biasa indah. Gedung dan jalanan yang dihiasi lampu, dari dalam kapal terlihat seperti kunang-kunang. Sangat indah. Safira merasakan usapan angin pada wajah cantiknya. Dia memejamkan mata meresapi belaian angin pada kulitnya. Sebuah lengan memeluknya dari belakang. Aroma yang sangat dikenalnya. Dan kehangatan yang selalu dirindukannya. Pelukan Omar. “Kamu suka?” tanya Omar berbisik di telinga Safira yang tertutup hijab berwarna pink. “Suka.” Kedua tangan Safira menggenggam jemari Omar yang saling bertaut di perutnya. Menyandarkan tubuhnya pada tubuh tegap sang suami. Rasanya sangat nyaman. Dia sudah tak sesungkan dulu untuk berinteraksi intim dengan sang suami. Baginya Omar adalah miliknya dan dirinya adalah kepuny

