"Permisi …" suara seseorang terdengar bersamaan dengan terbukanya pintu ruang perawatan Arumi. "Loh, kok bisa kesini?" tanya Devandra yang terbelalak melihat kehadiran Quinsha di sana. Arumi menahan dahinya agar tidak berkerut. Bersikap biasa saja dengan memasang raut wajah datar. Hanya Ghani yang mengetahui kondisi Arumi sebenarnya, dan itu hanya akan menjadi rahasia diantara mereka. "Aku mau jenguk Arumi," jawab Quinsha seraya melangkahkan kakinya dengan anggun. Suara high heel yang dipakainya mengetuk lantai dengan irama yang beraturan saat dirinya melangkah. Mata Quinsha diedarkan dan memandangi setiap orang yang ada di sana. "Ternyata sudah banyak orang yang datang menjenguk," celetuknya. "Kok Quin bisa tahu kalau kamar rawatnya Non Arumi di sini? Kan dirahasiakan dan nggak boleh

