Sinar matahari pagi yang masuk melalui sela-sela jendela kamar berhasil membangunkan Dira dari tidurnya. Dira mengerjap-ngerjapkan matanya agar rasa kantuk yang masih terasa bisa hilang. Hal pertama yang Dira lihat ketika matanya sudah benar-benar terbuka, adalah Fadli. Laki-laki itu menunjukkan senyum manis, yang mana langsung membuat mata Dira menjadi segar ketika melihat senyum itu. "Morning, Honey," sapa Fadli, dengan senyum yang masih mengembang. "Too." Dira membalas sapaan Fadli sembari menarik senyum manis. Fadli melingkarkan tangannya di pinggang Dira. Menarik tubuh Dira sampai menempel dengan tubuhnya. Laki-laki itu memajukan bibirnya, membuat Dira mengernyit karena tidak paham dengan kode yang diberikan suaminya. "Ngapain monyong-monyong? Minta di sentil?" tanya Dira yang bin

