Fadli mendudukkan dirinya di samping istrinya. Satu tangannya mampir ke perut istrinya, mengusap-usapnya dengan lembut kemudian mendaratkan kecupan singkat disana. Sekarang usia kandungan Dira sudah memasuki bulan ke-delapan, itu artinya satu bulan lagi mereka akan menjadi orang tua. Fadli sudah sangat tidak sabar menyambut kelahiran buah hatinya. Dira tersenyum melihat suaminya terus mengajak bicara calon buah hatinya. Satu tangannya bergerak, mengusap-usap kepala suaminya yang berada di atas perutnya. "Cieee, yang sebulan lagi jadi bapak. Udah nggak sabar banget, ya?" Fadli menelengkan kepalanya, melempar senyum manis untuk membalas senyuman istrinya. "Banget. Pengen cepet-cepet gendong dia. Pasti mukanya mirip aku." Dira mencubit hidung mancung Fadli dengan gemas. "Iya dong mirip ka

