Chapter 22

1104 Kata

Dira menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, gadis itu masih merasa malu perihal kejadian tadi sore, mana ia tidur sambil monyong-monyong dan jatuh dengan cara yang tidak estetik. "Kenapa gue pake mimpi begitu segala sih anjir?" Dira menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. "Dira, bangun, sholat isya dulu baru tidur," ucap Fadli mengingatkan. Sebetulnya Dira masih malu untuk melihat wajah Fadli, namun bagaimanapun juga ia tidak boleh melewatkan ibadah lima waktunya, bisa-bisa namanya di coret dari kartu keluarga. Dira berjalan dengan wajah yang menunduk ke bawah, ia masih malu untuk menatap wajah Fadli. "Jalan itu liat ke depan, jangan nunduk nanti kamu nabrak tembok," ucap Fadli. "Hm." *** Selepas sholat isya tadi, Dira langsung tidur tanpa makan malam terlebih dahulu. Fad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN