"DIRAAA!" Brak! Dira tersentak kaget saat pintu kamar mandi terbuka dengan kasar dan menampilkan Fadli yang berlari menghampiri dirinya, Dira menutup matanya rapat-rapat ketika melihat Fadli keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya. "Bapak ngapain sih teriak-teriak? Mana belom pake baju lagi!" omel Dira. Gadis itu membalikkan badannya memunggungi Fadli. "Ada kecoa, Dir." Dira menghela nafasnya kasar. "Masa sama kecoa aja takut sih pak, bapak itu kan laki-laki saya aja yang perempuan berani tuh sama kecoa," ucapnya. "Saya itu phobia sama kecoa." Dira bangkit dari duduknya, gadis itu berjalan dengan kepala yang menunduk. Dirinya tak mau melihat roti sobek Fadli yang menurutnya sangat menggoda iman. Jika ia melihat itu, bisa-bisa ia khilaf dan lan

