Siang ini, tepatnya pada jam istirahat. Dira duduk bersama Mitha di warung makan pinggir jalan. Mereka sengaja makan disini, tidak makan di kantin. Alasannya, karena harga makanan di warung ini lebih murah meriah di bandingkan harga makanan di kantin. "Ya amstrong Didir! Sumpah ya, ini teh semur jengkol nya muantap Dir! Endol surendol takendol-kendol!" Mitha mengacungkan jempolnya menikmati sepiring semur jengkol yang tersaji di depannya. "Mak Erot! Semur jengkol nya enak banget Mak! Aduuh, masakan emak gue aja nggak seenak ini. Yang ada asin mulu kalo masak," kata Mitha, memuji masakan Mak Erot-pemilik warung makan itu. Dira menggeleng-gelengkan kepalanya berkali-kali. "Ya ampun... emak sendiri, di jelek-jelekin," ucapnya. Mitha mendongak. "Kan kenyataannya emang begitu Didir.

