Ada yang bergerak-gerak, tapi bukan ulat. Ada yang dingin, tapi bukan es. Ada yang mengalir, tapi bukan air. Ada yang kenyal, tapi bukan jeli. Dan ada yang bikin ketar-ketir, tapi bukan rentenir. Mata Dira mengerjap-ngerjap, bibirnya masih bersilaturahmi dengan bibir Fadli. Dan, sensasi yang ia rasakan selama bersilaturahmi cukup aneh. Rasanya, kenyal, basah, bergerak-gerak. Mirip kayak ulat yang nempel di kulit. Tubuh Dira masih mematung, otaknya mendadak blank, bingung harus melakukan apa. Mau membalas silaturahmi suaminya tapi tidak berani, alhasil ia hanya diam kayak patung saat laki-laki di depannya ini masih sibuk mengecap bibirnya, bahkan tengkuk lehernya sudah dipegang oleh laki-laki itu agar ciuman mereka semakin dalam. Ada gelenyar aneh yang tiba-tiba muncul saat ciuman itu sem

