"Can i kiss you?" Detik itu juga, Dira merasakan tubuhnya menegang, bahkan rasanya hampir kejang-kejang. Tatapan sayu yang terpancar dari iris hitam laki-laki di depannya ini mampu membuatnya mematung. Selain itu, sentuhan lembut dari tangan kokoh yang membelai lembut pipinya, membuat jantungnya tuing-tuing. Di bawah sana, kakinya sudah lemas, loyo, kayak jeli. Ini ... ini serius mereka mau kiss? Kissue, kissue kayak di drakor? Perlahan, Dira dapat merasakan atmosfer di sekitarnya berubah. Suasana menjadi semakin tegang saat ia merasakan tangan kokoh laki-laki itu menyentuh pinggangnya, memberikan sentuhan lembut yang mampu membuatnya merinding. Lalu, tangan kokoh itu merengkuh pinggangnya dengan erat, dan perlahan menarik tubuhnya hingga bergerak maju ke depan. Semakin lama, jarak di

