Dia ini anaeh-aneh kalau bertanya. Kalau salah jawab bisa berabe. Dia bisa saklek seharian. Batin Rena mencoba menebak. "Bukan itu yang aku maksud. Aku sangat senang karena sudah lama tidak bertemu dengan saudara-saudaraku. Disana sangat meriah tidak seperti di sini sepi. Banyak anak-anak jadi suasananya berbeda. Sangat menyenangkan. Itu yang aku maksud," Rena menjelaskan, tak ingin El salah paham. "Oh, begitu. Aku mengerti kok. Nanti kalau kita sudah punya anak, rumah ini jadi tak akan sepi lagi," ia sengaja mengganggu Rena seperti itu. El ingin melihat reaksi Rena atas perkataannya itu. "Apakah kamu sudah makan siang?" Tanya Rena mencoba untuk mengubah topik pembicaraan. Malas dia mau melayani candaan El. Dia mau punya anak denganku? Mustahil. Kau tidak mencintaiku. Pergilah saja san

