Mereka kemudian mulai menikmati sajian yang sudah dipesan. Ketika Rena sedang menikmati kue yang dihidangkan di depan mereka. Semuanya terasa lezat. Ia menatap El yang tiba-tiba tidak menyentuh apapun. Wajahnya pun mendadak pucat pasi. Keringat dingin mulai mengucur di dahi lelaki itu. Rena agak aneh melihat El karena restoran itu memasang pendingin ruangan yang dingin. Tapi kenapa El berkeringat? "Kenapa kamu tidak makan? Apa kau baik-baik saja? Kamu berkeringat. Apa cuacanya segitu panas?" Rena bertanya dengan dahi berkerut. Ia mulai merasa mersa sesuatu yang tidak beres dengan kondisi El. "Aku tiba-tiba merasa kurang enak badan," kata El, yang terlihat mulai gelisah. Kemudian, ia melonggarkan kancing kemejanya hingga ke bagian bawah dadanya. "Kamu beneran sakit? Kalau seperti itu, ki

