"Kalau ada apa-apa, kamu panggil saja aku nanti. nanti aku ambilkan air, ambilkan obat. Aku yang akan mengambilkan semuanya untukmu nanti. Jangan naik turun tangga , kamu belum sepenuhnya pulih. Aku khawatir kamu jatuh," kata Rena, masih mengkhawatirkan kondisi El. Di saat yang sama, ia juga merasa bersalah karena telah membiarkan El mencicipi kopinya sore ini. "Kalau seperti itu, kamu tidur di sini saja lah. Aku senang kamu jaga aku di kamar ini," kata-kata itu tak meluncur begitu saja dari mulut El. Eh aku keceplosan, kenapa kata-kata itu bisa keluar sih? Ouchhh. El tidak percaya mendengar kata-katanya sendiri itu. Dia menelan air liurnya karena grogi. Melihat wajah Rena yang juga bersemu merah. "Aku bercanda tadi. Jangan terlalu serius," El berusaha 'menutupi' kata-katanya yang singk
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


