Terserah lah, lagian ini kan rumahku, kamarku. Gak ada masalah mau dibuka juga. Kamu tinggal urut aja. Ayo cepetan. "Pijat badan dan bagian kepala. Terima kasih sebelumnya," jawab El sekenanya. Matanya ditutup rapat tanpa mempedulikan reaksi Rena. Harum sekali aroma tempat tidur ini. Harumnya seperti orang yang punya. Hati kecil El berbisik. Sakit kepalanya menghilang dalam sekejap saat dia berbaring di sana. Orang ini sifat menyebalkannya keluar. Menyesal aku nawarin buat pijat tadi. Jika aku tahu seperti ini kejadiannya, aku akan biarkan saja dia tidur di ruang tamu. Rena bergumam pada dirinya sendiri. Bibirnya digigit dengan lembut. Dengan hati kesal, Rena mencari minyak urut yang selama ini selalu menjadi temannya saat mengalami nyeri haid. Ia mengoleskan sedikit minyak ke punggung

