BAB 27

1025 Kata

Di dalam kamar, El masih merenungi tentang perasaannya kepada Rena. Ia ingin mengadu kepada Romi. Tapi Romi pasti akan mencemoohnya. Sesuai dengan perkataan Romi, ia akhirnya terjatuh sendiri. Dia merasa tersiksa dengan perasaannya ini. Memendam perasaan terhadap wanita yang telah sah menjadi miliknya. Namun, karena mulutnya sendiri yang sering menyakiti hati wanita itu, El menjadi malu. Ia malu untuk mengungkapkan perasaannya setelah apa yang ia katakan sebelumnya kepada Rena. Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu, dan dengan langkah malas, El membuka pintu kamarnya. Di depan pintu, Rena berdiri tegak sambil memegang sebuah buku yang bertuliskan jadwal El. "Besok pagi akan ada pertemuan di Hotel Sheraton. Setelah itu, kamu bisa pergi ke lokasi di Senggigi. Untuk hari Kamis dan Jum'at, ad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN