Rizal dan Vera masih sama-sama menatap kedua manusia di depannya dengan mulut menganga. Tentu saja mereka pun kaget, karena tak sampai kepikiran jika bibir Wira dan Nadin benar-benar menempel. Sementara itu, Wira dan Nadin yang saling membuka kedua matanya sontak sama-sama menarik wajah mereka. Nadin menutup rapat bibirnya menggunakan tangan, sementara Wira masih mencoba mencerna kejadian yang berlalu dengan cepat. Ia juga sama kagetnya dengan Nadin. Ya, walaupun ia sudah merencanakan itu, tetapi ia tidak sampai melakukan eksekusinya. Itu semua ulah… Ulah siapa? Wira sontak memutar kepalanya. Pupil matanya melebar saat melihat Rizal yang menggerakkan kedua tangannya, seolah bukan ia yang melakukannya. Lalu siapa lagi pelakunya? Karena Vera pun menatap kaget ke arah Rizal. Tanpa

