Twenty Three | The Kiss

1696 Kata

Pagi ini menjadi pagi yang Wira alami dengan berteriak dan marah-marah. Pasalnya sudah lebih dari tiga puluh menit ia membangunkan Rizal, namun pria itu sama sekali tak bereaksi dari tidurnya. Itu membuat Wira merasa kesal hingga ke ubun-ubun. “RIZAL!” teriak Wira sekali lagi. Kali ini ia mengangkat bantalnya dan membanting bantal tersebut tepat ke wajah Rizal. Namun, bukannya terbangun, Rizal hanya bergerak sedikit dan memiringkan tubuhnya. Wira meringis pelan. Ia menghela napas panjang sambil memijat tenggorokannya yang terasa sakit hanya karena mencoba membangunkan sahabatnya yang tertidur seperti orang mati. Tak mau lagi berurusan dengan manusia menyebalkan itu, ia menolehkan kepalanya. Menatap ke arah luar jendela. Pagi ini terasa sejuk dan ia ingin segera berada di balkon untuk m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN