Olivia tak tahu ini sebelum, entah sejak kapan David memiliki rumah di dalam hutan. Olivia melirik ke kanan dan kiri, melihat jalanan dengan pemandangan yang indah di pagi hari dan siang. Tapi jika malah, Olivia membayangkan ini sangat menakutkan. Jalannya kecil, hanya muat satu mobil. Kanan kirinya hutan semua, dengan pohon-pohon menjulang tinggi dan rindang, juga semak belukar di sepanjang jalan. “Kamu tidak mau bunuh aku di hutan kan?” Tanya Olivia melirik David yang sibuk menyetir dan mengusap perutnya. “Kalah kamu tidak mau kembali bersama aku, itu ide yang bagus.” David terkekeh. Tadi dia belum memikirkan itu, tapi diberikan ide dari Olivia. Itu ide yang bagus. Kalau dia tak bisa memiliki Olivia, tak ada laki-laki mana pun yang bisa memiliki Olivia. Plak! Satu pukulan keras

