David membuat pasta, kesukaan Olivia, lalu sosis-sosis goreng, lalu minuman dingin. Olivia kagum melihat ketrampilan tangan David memotong sayuran juga untuk salad. “Wow.” “Aku gak pernah lihat kamu masak. Kenapa gak masak dulu, kalau di rumah. Waktu sama aku?” Tanya Olivia kepada David. “Masakan mama kamu sama kamu jauh lebih ingin aku makan. Ini kan buat anak aku.” David sudah selesai masak. Dia menatanya dipiring. Menata dengan hati. Sampai saus pun dibentuk hati. “Ini hati buat anak aku.” Kata David saat menuangkan sausnya dan ia bentuk hati. “aku enggak?” tanya Olivia sedikit iri kepada anaknya. David tertawa, apa Olivia sudah tak marah kepadanya. Dia lupa mereka sudah bercerai karena David memperlakukan Olivia seperti ini. “Kamu siapanya aku, kamu lupa?” David membawa mak

