BAB 115. Tiga bulan kemudian

1949 Kata

Mario mendapatkan pesan dari papanya kalau David sudah sadar. Dia memberitahukan kepada Ara yang saat itu bersama dengan dia. Ara senang sekali mendengarnya, apa lagi kalau dia sampaikan kepada kakaknya. Ara tak sabar untuk menyampaikannya. “Kak, aku mau kasih tahu kak Oliv.” Kata Ara kepada Mario. “Iya kasih tahu saja, kak Oliv pasti sangat senang.” Mario juga setuju itu. “Iya kak.” Ara bergegas ke kamar Olivia, dia tersenyum melihat kakaknya yang masih menangis dalam pelukan sang mama. Lili, Daniel, bingung melihatnya. Keadaan kakaknya sedang begini, Ara malah tersenyum. “Dek, kamu kenapa sih, senyum-senyum sendiri?” Tanya Daniel yang memeriksa kening Ara. “gila ya? Obat habis ya?” tanya Daniel lagi. “Hih, masak adiknya dikatain seperti itu. Enggak lah, masih waras. Obat ap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN