*** Usai makan siang untuk kedua kalinya itu, aku pun beres-beres rumah. Tidak ada pembantu di rumah ini membuatku leluasa membersihkannya. Aku tidak keberatan karena aku merasa pekerjaan rumah tangga tidak sesulit keluhan wanita-wanita karir di luar sana. Aku sendiri sudah terbiasa melakukannya. Sorenya, aku berencana segera memasak untuk makan malam kami bertiga. Namun, aku ternyata kekurangan bahan makanan untuk kumasak. Kuputuskan untuk pergi ke pasar sebentar. Aku keluar dengan pakaian sopan yang biasa aku kenakan. Kupikir tidak ada salahnya bila aku mengendarai motorku karena jarak antara rumah dan pasar tidak terlalu jauh. Aku janji akan berhati-hati dan menggunakan kecepatan yang tidak tinggi. Aku mengeluarkan motorku daru bagasi dan mulai melajukannya setelah memastikan pintu

