eps. 1 awal masuk sekolah
kring.. kring.. kring.. kring..
jam beker hani berdering keras, menunjukan pukul 05.00, itu tandanya Hani harus segera bangun dan beraiap kesekolah.
" Hani, bangun Hani" teriak Ratna ( ibu hani) dari luar kamar
" iya ma" , jawab Hani sambil berjalan menuju kamar mandi didalam kamarnya.
semua kamar dirumah Hani sudah memiliki kamar mandi masing-masing. maklum orang tua Hani adl pengusaha.
Hari ini adl hari pertama Hani masuk sekolah lagi, setelah libur 2 minggu kenaikan kelas. ya Hani sekarang sudah kelas 2 di SMA Garuda, dia mengambil kelas jurusan IPS / ekonomi.
Sebenarnya dia cukup cerdas untuk masuk di kelas IPA, tapi Hani tak menginginkannya, Hani lgsung mendaftar di Kelas IPS.
"Hani sarapan dulu nak, mama sudah bikinin nasi goreng kesukaan mu", kata Ratna sambil menyiapkan makanan dimeja makan
" wahh, enak nih ma", jawab Hani sambil duduk di kursi makan dan langsung mengambil secentong nasi goreng, makanan kesukaan nya.
"kamu mau bawa bekal Han?" tanya sang mama
" ndak usah ma, mungkin nanti Hani pulang cepet, mama kasih uang jajan aja ya hehehehehe", jawab Hani
" Hani sekolah diantar kakak ya, papa mdak bisa anter soalnya harus cepat2 ke kantor ada meeting pagi ini" kata Kusuma(papa Hani) sambil duduk dikursi sebelah Hani
" kakak udah bangun ma? kok belom keluar kamar? "
tanya Hani kepada mamanya
" sudah, mungkin lagi mandi, tadi mama sudah bangunin dan bilang suruh antar kamu sekolah" jawab sang mama
"oooke" jawab Hani singkat
" oo iya Hani, nanti mama pulang terlambat karna ada meeting sambil makan malam dgan rekan bisnis mama, kamu makan sendiri gpp ya nanti biar mama suruh mbak Tri masakin untuk kamu" jelas Ratna pada Hani
" iya ma" jawab Hani
Samudra kakak Hani menuruni tangga dan menuju ruang makan seketika aroma parfum maskulin semerbak memenuhi ruang makan. Samudra Putra K
adl Kakak Hani satu-satunya, ia lah pastinya kan mereka hanya dua bersaudara. Tampan dan idola para cewe-cewe kompleks perumahan dan juga cewe-cewe dikampus tempat dia kuliah.
"kak Sama wangi banget dah, kayak mau ketemu gebetan aja dah wanginya" celetuk Hani sambil mengunyah makanan nya
" wangi biar nanti temen sekolah kamu pada kagum liat kakak kamu yg keres dan wangi ini heheheh "canda Samudra
" idih kakak PD amat, nanti antar sekalian jemput Hani y kak! " sambil terus menyendok makanan nya
"iya bawel" jawab Sam singkat
Kusuma sudah berangkat ke kantor nya naik mobil. Ratna juga seorang pengusaha di bidang fashion, tapi dia lebih sering berangkat ke kantor nya agak siangan.
" ma, Hani berangkat dulu ya! " sambil mencium pipi mamanya
" iya sayang hati-hati" jawab Ratna
Samudra sedang memanasi mesin motor CB miliknya di garasi.
"yuk kak, berangkat!" ajak Hani sambil memakai helm
" siap" jawab Sam
perjalanan dari rumah kesekolah Hani butuh waktu sekitar 20 menit. Hani selalu diantar jemput, oleh kakaknya atau papanya. ada sopir pribadi dirumahnya berjaga-jaga kalau sang kakak atau papa ndak bisa jemput.
sampai didepan sekolah, semua mata tertuju pada Hani dan Samudra. maklum lah ya kakak Hani sangatlah tampan, pasti banyak yg terpesona melihat nya.
"udah kak buruan pulang, Hani risih banget liat anak sekolah Hani liatin kakak semua" kata Hani sambil memberikan Helm pada kakaknya
"salim dulu donk dek!" kata Sam sambil menjulurkan tangan kanannya
Hani langsung marah tangan kakaknya lalu pergi masuk kedalam sekolah.
menyusuri lorong ruangan kelas lain untuk masuk ke kelas nya. ada banyak sekali siswa siswi yg sudah datang, dan sibuk mencari ruang kelas masing masing. ada juga murid baru yg masih bingung ruang kelas mereka ada dimana, jadi mondar mandir kesana kemari.
"Hani... . . " teriakan Rere sambil berlari mmbuat semua siswa siswi disana menoleh
" ahhh Rere jangan teriak2, malu" kata Hani
"Hani bagaimana liburan kamu,? kangen banget aku 2 minggu gk ketemu kamu", sambil memeluk Hani
" aku baik, mana oleh2 dari Singapura nya?" tanya Hani pada ReRe
" iya nanti dikelas yaaa, eh mika dan lili mana ya? " jawab Rere sambi clingukan mencari sahabat yg lainnya
" mungkin mereka sudah dikelas mereka, kan kita beda jurusan sma mereka Re" jawab Hani sambil trs berjalan menuju kelas nya.
masuk kedalam kelas Hani sambil mengucapakan salam dan semua teman dikelas nya juga membalas salamnya. sudah banyak yg berada dikelas.
Hani duduk di bangku nomer dua dari depan disusul Rere dismpingnya.
ya Rere, muka dan lili adl Sahabat Hani dari SMP.
dulu SMP mereka selalu sekelas, sekarang karna di SMA
ada kelas jurusan jadi mereka pisah kelas, tapi tetep mereka sering bersama dijam istirahat.
"Hani kira kira siapa ya wali kelas kita? Hari ini pasti kan ada pemilihan anggota pengurus kelas juga ya,? semoga kita dapat wali kelas yg gk killer ya" kata ReRe sambil membuka Tas nya, mengambil sebuah bingkisan kecil di kasihkan ke Hani
" wah apa ini yang dari Singapura? aku buka y?" ambil Hani sambil mmbuka isinya
"sssttttt jangan keras2 nanti anak2 pada liatin kita, aku gk bisa bawa banyak oleh oleh soalnya" kata ReRe
berbisik
" waw ada kaos, yaudah nanti aja lah dicoba dirumah"
sambil memasukkan bingkisan kaos ke dalam tas nya
jam menunjukkan pukul 06.55 semua murid sudah masuk dlam kelas. setiap meja ada dua kursi, jadi mereka memilih duduk bersama teman2 dekat mereka masing masing.
"assalamu'alaikum" kata seorang Guru sambil berjalan memasukkan ruang kelas dan berdiri didepan para murid
"waalaikumsalam" jawab murid serempak
"perkenalkan nama saya bapak Rianto panggil saja Bapak Rian, kita sudah pernah bertemu dikelas 1 dulu ya saya mengajar mata Kuliah Bhs Indonesia. saya akan menjadi wali kelas 2 IPS 1". pak rian Memperkenalkan diri sebagai wali kelas
semua anak memasang wajah melas dan takut, karna pak Rian terkenal sebagai guru yg killer.
"mampus Han, kok kita dpet wali kelas pak Rian sih" bisik Rere kawatir
"kenapa sih? Pak Rian itu emang tegas orangnya, nggak usah ketakutan gitu lah" jawab Hani tenang
semua murid saling bergumam lirih, karna merasa ketakutan mendapat wali kelas yg killer.
"ooh iya dikelas ini kedatangan teman baru, dia pindahan dari sekolah luar kota, silahkan masuk nak" Kata pak Rian sambil mempersilahkan anak baru masuk
wooooowwwww, seisi kelas heboh melihat seorang siswa memasuki kelas dan berdiri disamping pak Rian.
"perkenalkan siapa namamu" suruh pak Rian pada anak baru itu
sambil sedikit kikuk tapi ttep cool anak baru memperkenalkan diri
"Hai aku Rafka malik abraham, panggil saja aku Rafka"! terimakasih!
sungguh perkenalan diri yg singkat, dia Rafka malik abraham, pindahan dari luar kota. dia sangatlah tampan, memiliki postur tubuh yang bagus untuk seorang siswa, terlihat seperti Badboy.
" oke kamu duduk dibangku kosong sana sementara rafka, bapak akan mengatur posisi duduk dikelas ini" kata pak RIan menenangkan
semua anak melongo dan bergumam tak terkecuali Rere. dia tak mau berpisah tempat duduk dari Hani, karna dia sangatlah lengket pada Hani. kelas jadi sedikit tidak kondusif dan berisik. mambuat pak Rian tak suka dan memukul papan tulis tanda anak2 harus diam.
para murid seketika terdiam.
"jangan lah berisik, bapak mengatur tempat duduk supaya kalian bisa saling berbaur dengan teman lainnya" jelas pak Rian singkat
"Hani", pak Rian memanggil Hani
" iya Pak" jawab Hani sambil mengangakt tangannya keatas
"sini nak", kata pak Rian
Hani maju kedepan bediri disebelah pak Rian dengan sedikit gugup.
" Hani adalah ketua kelas 2 IPS 1, ini adl pilihan dari wali kelas jadi tidak bisa berubah kecuali saya yg merubah" jelas Pak Rian
Hani melongo bingung mau berkata apa. dia sangat lah tak suka jdi ketua kelas, sangatlah merepotkan baginya harus mengatur urusan kelas. karna dia lebih suka fokus ke pelajaran.
semua bertepuk tangan mendengar penjelasan dari pak Rian.
"sekarang saya akan mengatur tempat duduk kalian semua" kata pak Rian
semua berpindah tempat duduk sesuai instruksi pak Rian, juga dengan Rere dan Hani berpisah tempat duduk tapi untungnya REre duduk tepat didepan Hani bersama ilham walau posisi duduk mereka ada didepan sendiri. dan Hani duduk berasama Rafka siswa baru di barisan no.2 dari depan dan tepat disamping jendela. membuka tirai bisa lngsung melihat pemandangan luar sekolah. Ruang kelas mereka Ada di lantai 2.
Rere tampak kesal, tp dia cukup tenang karna Hani menyuruh nya tenang.
Hani juga sedikit gerogi duduk disamping Rafka yg tidak bicara sama sekali sejak dduk.
"oke semua sudah duduk di bangku masing masing ya, bapak aku ke kantor guru melihat jadwal pelajaran apakah sudah siap, Hani nanti keruang guru 30 menit lagi ya!" temui bapak" jelas pak Rian lalu meninggal kan kelas
semua anak mengobrol, agak sedikit berisik, karna semua berbicara, sperti lebah yang bergerumbul suaranya mendengung didalam kelas.
maklum murid kalo ndak ada guru pasti sesuka hati.
Rere menoleh ke meja Hani yg sedari tadi diam membisu. Rere tak berani mengajak Hani bicara karna Rafka yang memasang wajah tegang, Rere mengobrol dengan ilham berbisik.
"aku Hani," sambil menyodorkan tangan nya kedepan Rafka
Rafka menoleh dan diam sejenak menatap tangan Hani
lalu berkata "aku Rafka" tanpa mmbalas salam dari tangan Hani.
Hani sedikit kecewa karna perlakuan Rafka.
Hani terus mengajak Rafka mengobrol walau Rafka hanya berkata iya dan tidak, tp Hani adl anak yg Ramah dan baik juga ceria.
30 menit berlalu Hani berdiri berjalan keluar kelas dan menuju ruang guru menemui Pak Rian.
sampai didepan Ruang GuRu Hani mendengar ada yg memanggilnya.
"Hani" sapa seorang laki laki
"ya" Hani menoleh kebelakang dan memperhatikan siapa yg memanggilnya
Rangga. Rangga prayoga adlah teman se SMP Hani. Rangga juga adl orng yg naksir pada Hani sejak SMP tp gk berani mengungkapkan.
"kamu ngapain ke ruang Guru" tanya Rangga
"ohh aku disuruh Pak Rian kesini" jawab Hani singkat
"kamu jadi ketua kelas Han?" tanya rangga
"emm iya nih dipilih jadi ketua kelas sma pak Rian, " jawab Hani sambil agak cemberut
"eh eh kok cemberut, aku juga jadi ketau kelas dikelas ku" sambung Rangga dengan Bangga
"kamu sekelas sma lili dan mika kan? " tanya Hani
" iya mereka berdua ada dikelas ku" jawab Rangga
Hani berjalan masuk ke ruang guru diikuti Rangga, Hani berjlan menghampiri meja Pak rian. pak Rian sudah kehadiran Hani di dekat mejanya.
"Hani sudah disini, ini jadwal pelajaran dikelas kita dlam satu minggu, kamu tulis dipapan tulis dan suruh teman teman mu mencatat", jelas pak Rian sambil menyodorkan kertas berisi jadwal pelajaran
" siap Pak, ada lagi?" tanya Hani
" emm kamu atur jadwal piket harian sekalian yaa,! dan juga pilih Wakil ketua kelas supaya kamu ada yg bantu mengurua kelas, diundi kayak arisan ya Han, nanti kamu kasih tau saya siapa yg terpilih"! jelas Pak Rian
"baik Pak, jika sudah saya permisi balik ke kelas"! kata Hani
" oke kembalilah segera ke kelas dan atur teman teman mu agar tidak gaduh di dlam kelas" kata Rian
"baik Pak" jawab Hani lalu keluar dari ruangan dan menuju kelas nya.
Ruang guru berada di lantai satu kelas 2 IPS 1 ada di lantai 2, sekolah ini memiliki 3 lantai. di lantai 3 adl ruang kelas anak Kelas 1, di lantai dasar ada ruang kelas 3, ruang para staf dan guru, dan Ada kantin jUga mushola disebelah lapangan dalam gedung.
Hani berjalan menaiki tangga tiba tiba ada yang memanggilnya, dan berjalan menaiki tangga disebelah Hani.
Hani menoleh " loooh kakak mau kemana? " tanya Hani
"aku mau ikut ke kelasmu" jawab siswa itu
ya Riko namanya, dia adl kakak kelas 3 Hani. Dia juga naksir Hani, bahkan Riko adl ketua geng di kelas nya.
"ngapain kak?, aku sedang sibuk ada tugas dari wali kelas yg harus segera aku kerjakan dikelas" jawab Hani sambil terus berjalan,
"apasih hari pertma masuk mana mungkin ada tugas Hani, kamu kok alasan sih" kata Riko trs berjalan bersama Hani
"aku dipilih sebagai ketua kelas, aku harus mmebrikan jadwal pelajaran pada teman teman ku, dan juga aku harus mengatur jadwal piket, jdi stop kakak jangan ganggu! " jelas Hani
"oke oke aku gk ganggu aku tungggu kamu dikantin nanti istirahat ya! " jawab Riko smbil pergi meninggalkan Hani
Hani sampai dikelas dan menuliskan jadwal pelajaran. menjelaskan agar teman2 nya mencatat jadwal ini.
Hani juga mmbuat kertas kecil kecil dibantu bbrpa teman sekelaanya untuk mengundi siapa yg bakal jadi wakil ketua kelas.
beberapa anak laki laki bergerombol disebelah Rafka, entah sejak kpan mereka tiba tiba akrab. Hani berdiri didepan papan tulis dan menginstruksikan supaya kelas tidak gaduh.
" kita akan mengundi siap yang jadi wakil ketua kelas ya teman teman mohon tenang dulu" kata Hani sambil mengopyok lintingan kertas dlam botol.
dan dijatuhkan satu lintingan dilantai.
"siapa yang mau membuka ini, silahkan maju? " tanya Hani pada teman teman nya
ilham maju dan menyaut lintingan kertas itu lalu mmbuka nya.
"wooowwww" teriak ilham
semua siswa siswi sontak melihat ilham penasaran,
dan ada yg bergeming "buruan ngomong siapa yg jadi wakil"! buruan! "
sorak beberapa siswa siswi.
" yg menjadi wakil ketua kelas adlah. . .. . ..
Rafkaaaaa,. . . iyaa Rafka " jelas ilham sedikit berteriak waktu mengucap nama Rafka
Rafka terperanjat dari duduk ny, karna kaget disoraki beberapa anak yg bergerumbul didekatnya.
bebrapa anak juga bersorak meminta Rafka maju ke depan!,.
Rafka sedikit kesal bahkan dia seprti tak senang terpilih jadi wakil ketua.
dengan langkah malas Rafka maju kedepan dan berdiri dia samping Hani.
"Gue males jadi wakil, " kata Rafka sedikit berbisik pada Hani
"Tapi loe udah kepilih Raf, jadi gk bisa nolak"! jawab Hani
" Gue gak mau jadi bawahan loe"kata Rafka
"apasih, gua juga gak nganggep lo bawahan gue, loe itu jdi wakil untuk ngebantu gue ngatur kelas gitu aja kok, dah lah nurut aja, kalo gk gue bakal lapor sma Pak Rian," jelas Hani menakuti Rafka
"siiittt," celetuk Rafka dengan tampang kesal
"sekarang bantuin gue, ngebagi jadwal piket harian!" pinta Hani
"tinggal bagi doang masak perlu bantuan sih? " tanya Rafka
"mau bantuin nggak?" tnya Hani balik
dilain posisi ada siswa siswi sedang melihat Rafka dan Hani berdebat didepan. ada yg berbisik "mereka berantem", " mereka kok cocok" gaduh seketika ruangan kelas tersebut. sedangkan si Rafka dan Hani masih dengan posisi berdebat saling ngotot dan nggak ada yg melerai. semua murid sengaja tidak melerai mereka berdua karna lucu sekali melihat goodgirl dan badboy berdebat tnpa henti.
tanpa mereka sadari pak Rian masuk kelas lgsung menggebrak papan tulis,.
brrrrrrrrrraaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk.. . .. .
sontak semua murid diam. juga Hani dan Rafka langsung menghentikan perdebatan nya..
"ramai sekali kelas ini, Hani kenapa kamu malah berdebat sendiri dengan Rafka?" kata pak Rian sambil melotot pada Hani
"maaf Pak", jawab Hani dengan menundukkan kepalanya
" kamu saya pilih menjadi ketua kelas karena prestasi mu dan juga sifat tanggung jawab mu, kenapa malah membiarkan kelas ini gaduh, bapak tidak suka melihat kelas bapak gaduh dan juga kotor", ayo donk kerjasamanya Hani"!
sudah kau pilih siap wakil ketua untuk kelas ini"? tanya Pak Rian
"sudah Pak, Rafka yg terpilih menjadi wakil ketua kelas" jawab Hani
Rafka hanya menatap Hani dengan ekspresi wajah kasian. di dalam pikirnya karena aku Hani dimarahi Pak Rian. Karena aku mengajaknya berdebat, perdebatan yg tidak penting. Hani jadi mengabaikan murid lain yang sedang Gaduh.
sementara siswa siswi di lain sedang tertunduk dengan diam tidak ada yg berani menatap Pak guru.
"lalu apa yg kalian perdebatan kan?" tanya Pak Rian
" eemmmm.. . .. . ittu
belom selesai Hani bicara, Rafka memotong nya
"saya yang memulai perdebatan Pak, maafkan Hani,!
saya menolak membantu Hani membagi jadwal piket, dan saya malah mengolok Hani." jawab Rafka dengan Tegas
Hani tertegun melihat Rafka berbicara setegas itu pada Pak Rian. dalam batin Hani " apa dia sedang menyelamatkan aku dari omelan Pak Rian,? ada angin apa tiba tiba baik,? padahal dari tadi dia sangatlah menyebalkan, "
"sudah sekarang kalian berdua atur jadwal piket saya akan awasi kalian, saya akan duduk didepan kelas, ingat tidak boleh gaduh! " jelas Pak Rian
" iya Pak" jawab Hani dan Rafka bebarengan
Rafka dengan terpaksa membatu Hani mengatur jadwal piket, Hani memegang spidol dan menulis jadwal piket Harian.
sedangkan Rafka mendekte Hani, Dan mengoreksi siapa saja yang belom ada didaftar.
30 menit waktu yang cukup untuk mengatur jadwal piket harian. Hani berjalan kedepan kelas dan memberitahu Pak Rian kalau pembagian jadwal piket harian sudah selesai.
Hani juga memberikan kertas yang bertuliskan jadwal piket Harian. Pak Hari akan mencetak Ulang dengan Bagus dan akan ditempel di pojok kelas dekat tempat penyimpanan Alat kebersihan.
"nanti kamu ambil cetakan ini di kantor ya! ingat jaga kelas agar kondusif. saya pergi ke kantor dulu" jelas apk Rian
" Baik Pak" jawab Hani
Hani masuk kedalam kelas dan duduk di kursi nya. tentu saja Rafka sudah berada di kursinya juga sambil melihaat keluar jendela.
" Hani, pasti kamu sebel ya karna dimarahi Pak Rian, sabar ya Hani, kan betul aku bilang Pak Rian itu galak" oceh Rere didepan Hani
"sudahlah toh memang aku salah, aku membiarkan anak anak ramai, aku tidak fokus kalo Pak Rian ternyata datang kemari" ucap Hani sambil meletakkan pipi kiri nya pada buku diatas mejanya
" ini semua gara Rafka, kalau dia tidak mengajak kamu berdebat kamu tidak akan kenak semprot Pak Rian Han,. ya kan Han" oceh Rere tanpa dia Sadari Rafka sedang menatap nya dengan tatapan serius seperti marah
"sudahlah" jawab Hani lemas
Rere terus mengajak Hani berbicara dengan was was sambil melirik Rafka. Rafka emang terlihat seperti anak yang nakal, walau tampan, dia seperti pembangkang.
tet tet.. . tettteet.. . tettet.. .
waktu tanda istirahat berbunyi.
Beberapa murid ada yg langsung keluar kelas, ada yang langsung ke kantin, ada juga yang ke toilet, ada juga yang masih didalam kelas.
Rere berdiri mengajak Hani ke kantin, Tapi Hani berkata kalau mau keruang Guru dulu, mengambil jadwal piket yang pasti sudah beres dicetak rapi oleh waki kelas nya.
Rere mengekori Hani keluar kelas, sedangkan ilham, roni dan johan sedang berusaha mengajak Rafka ke kantin.
tapi Rafka sedang tidak ingin ke kantin, tapi teman teman baru nya itu memaksa nya.
kayaknya mereka akan jadi satu geng.
Hani sudah keluar dari ruang Guru sambil membawa kertas yang sudal di laminating dengan rapi, sedang kan Rere menunggu didepan pintu ruang Guru, lgsung mengikuti Hani yang berjalan keluar menjauh dari ruang Guru.
"Han kita ke kantin kAn? mika dan lili sendang menunggu kita disana, " jelas Rere
"ayookk, " jawab Hani
" lets gooooo" seru Rere
sampai dikantin mereka langung duduk disamping mika dan lili, makanan sudah dipesankan oleh mereka berdua, jadi Hani dan Rere tinggal makan ndak perlu antri Lagi.
"nih Han aku beliin kamu burger, kamu pasti butuh tenaga, tadi Rere cerita lewat chat katanya kamu kenak semprot Pak Rian" kata lili sambil menyodorkan burger untuk Hani
"wah trimaksih lili, aduh iya emang aku merasakan lapar sekali" Hani langsung menyaut buger dan menyantap nya.
"pelan pelan Hani, cantik cantik jangan keliahatan Rakus nya donk, heheheh" tegur mika yang sedikit kawatir Hani tersedak karna makan terlalu cepat
" eh eh kalian tau gak, dikelas aku ada anak baru pindahan dari luar kota" oceh Rere tadak berbisik menekankan suara nya
" haaa yang bener yang mana anak nya? cewe cowo?" tanya mika
"cowo, ganteng sih tapy galak banget, dan aku denger dari ilham dia itu pindah kesekolah kita karena disekolah yang lama kenak kasus mukulin kakak kelas nya sampe bonyok" jelas Rere
" haaaaaaaaaa" mika dan lili terkejut bebarengan
"ssssssssttttttttttt, jangan keras keras nanti ada yg denger" oceh Rere sambil menempel kan telunjuk tangan nya pada bibirnya
"yang bener Re? wahh ada badboy baru donk, tp kok serem ya, yang dihajar sampek bonyol" mika sedikit penasaran
" iya, tadi ilham cerita gitu,. namnya Rafka dia itu ahli pencak silat makanya bisa bikin orang bonyok" jelas Rere
"namanya bagus orang nya pasti ganteng" celetuk lili sambel senyum senyum
sedangkan Hani tetap saja dengan santai nya memakan burger yang ada ditangannya.
"dan kalian tau, Pak Rian mengatur tempat duduk kita dikelas, aku jadi gk sebangku sma Hani huhuhuhuhu" Rere menunjukkan expresi sedih
"trus loe duduk sma siap Re? dan Hani? " tanya lili
"gue duduk sma ilham, dan Hani duduk sma Rafka" jawab Rere
"haaaaaaaaaa" lili dan mika lagi lagi kaget dan sedikit meninggikan suara nya
"sssssssssttttttttt" perintah Rere agar mereka diam
"kalian kenapa sih brisik banget, buruan makan punya ku sudah habis nih" gumam Hani sambil mengelap bibirnya dngan tisu
" Han serius looo duduk sama cowo baru itu? " tanya lili penasaran
" iyaaa" jawab Hani lalu meneguk minumannya
"trs trs looo udah ngbrol apa aja? " tanya mika
" apaan sih kalian, ngobrol apanya dia itu menyebalkan" jawab Hani dengan expresi sebal
"dia juga menjabat jadi wakil ketua kelas" celetuk Rere
"sebangku trs jadi pasangan pengurus kelas, wah kayak nya itu jodoh loe deh Han" celetuk lili
"Uhuk uhuk uhuk" hani terbatuk batuk mendengar ucapan lili
"eh eh pelan pelan minumnya Hani" gumam mika
" tuh tuh liat itu Rafka datang sma anak anak dikelas kita Han" ucap Rere sedikit berbisik
Lili dan mika menoleh kearah pintu masuk kantin, dan melihat ada 4 anak berjalan salah satu nya adalah Rafka,. tentu anak yang tidak pernah mereka berdua lihat adalah Rafka, yah berjalan dengan tangan berada didalam saku celana, dengan kerennya melangkah tanpa menoleh kanan kiri. pasti dia batin mika
"ganteng banget".
sedangkan Hani tidak memperhatikan sma sekali dia asik meneguk minumnya. padahal semua anak yang berada dikantin semua memandang pada Rafka dengan wajah terpesona .
begitu juga dengan mika, tapi mika tidak menunjukan nya. dia sedikit menutupi rasa penasaran nya pada cowo itu.
" Hani.. . . " riko mendekat dan duduk disebelah Hani tanpa minta izin, dan diikuti anak buah riko yang duduk di bangku sebelah.
"kamu sudah makan? kok gak ajak2 kak Riko sih Han? " tanya riko pada Hani
"maaf kak aku sudah selesai makan" jawab Hani lalu meneguk minumnya lagi
Riko trs menggoda Hani, mengajak Hani mengbrol, menggombal pada Hani,
sedangkan teman teman Hani fokus pada makanan masing masing karena tidak mau mencari masalah sama riko.
Riko adalah kakak kelas yang terkenal nakal, dia juga sudah punya pacar namanya karina anak kelas 3 juga.
tapi riko masih saja menggoda Hani.
dari kejauhan Rafka melihat kearah Hani yang sedang digoda oleh riko. dia melihat ekspresi Hani yang tidak nyaman berada di dekat riko. dia melihat tangan riko juga nakal menoel noel pipi Hani. Hani maau marah tapi sperti takut.
semakin lama melihat itu Rafka semakin tidak suka, Rafka lagsung menghampiri meja Hani.
"Hani, ikut aku! aku mau bicara" kata Rafka bediri disamping Riko
" haaaaaa Rafka" Hani mendongak melihat Rafka dengan Heran
begitu juga sahabat Hani juga Heran melihat Rafka yang tiba tiba berdiri disini.
"heehh loe siapa? Hani lagi ngobrol sma Gue" jawab Riko sambil melotot pada Rafka
" gue ada perlu sama Hani, loe bisa diem atau pergi nggak? Hani Harus ikut Gue" jwab Rafka tegas sambil menarik tangan Hani agar Hani berdiri,
Lalu Rafka menarik Hani keluar dari samping Riko, lalu pergi berjalan keluar kantin.
Hani masih Heran dengan melihat tangan nya yg digandeng oleh Rafka.
sedangakan Riko berteriak "br... gsek, berani sekali dia".
sahabat Hani mematung tidak ada yang berani bicara.
" Rafka mau ngomong apa, kita sudah di luar, tangan aku sakit" rintih Hani sambil meringis
Rafka menghentikan langkahnya, dan menoleh pada Hani, melihat tangan Hani memerah karena genggaman tangannya yang begitu erat.
"sory, gue gak sengaja kalo itu membuat tangan mu sakit." kata Rafka
"loe mau ngomong apa?" tanya Hani
"emm gak ada" jawab Rafka
"trs kenapa loe narik gue sampek sini, sampe tangan gue kayak gini, ini sakit loo Raf", Hani penasaran kenapa Rafka naik gue tapi dia bilang gak ada yang mau diomongin
" looe itu gue slametin dari orang picik kayak dia tadi, bukannya trimakasih malah ngomel" jelas Rafka
"haaa loe, apaaa? gak salah denger gue" ucap Hani
"dasar cewe aneh, oohhh loo suka digoda goda ditoel tole pipi looe kayak tadi, pantesan loe diem aja, " celoteh Rafka sedikit sebal
" apaan sih, loe kira gue cewe apaan digituin suka," jawab Hani sedikit sewot
"trs itu tadi loo diem aja, " ucap Rafka
"eh gue Gak diem, gue juga sebel dia deket deket sma gue, tapi gue bingung harus gimana dia itu terkenal tidak bisa dilawan gue takut" jelas Hani
"dia manusia juga Hani, kenapa takut" ? , selidik Rafka
"udah lah gue mau ke kelas, mau nempel jadwal piket" Hani langsung nyelonong berjalan menuju kelas nya.
Rafka mengikuti nya dari belakang.
dikantin sahabat sahabat Hani sudah bisa bernafas lega karan Riko dan geng nya sudah pergi dari sana. ilham , johan, dan Roni mendekat ke bangku kantin yang ditempati Rere dkk nya.
"Hai" sapa ilham
"Hai juga" lili dan mika bebarengan
"boleh duduk sini? tanya ilham
" duduk aja,! jawab Rere
mereka ber enam ngobrol dikantin sambil menghabiskan makanan masing masing, bertukar no. ponsel juga.
Hani menempelkan jadwal piket didinding pojok belakang, karena papan tempel nya tinggi Hani berdiri diatas bangku, maklum Lah Hani tidak lah terlalu tinggi, tinggi badan 155 cukup standart lah yaa.
sedangkan Rafka memperhatikan Hani dari belakang tanpa Hani tau.
tiba tiba saat Hani berdiri diatas kursi, kursi bergoyang dan Hani spontan oleng, lalu braaaakkkkkkkkkkkk......
Suara kursi patah dan Hani terjatuh dalam pelukan Rafka.
waktu melihat kursi bergoyang Rafka mendekat pada Hani yang oleh dan langsung menangkap kepala Hani, untung tidak sampai terbentur lantai.
"arrrrrhggghhhhhh.. aduhhhh" rintih Hani kesakitan
Rafka melihat Kaki Hani tergores kayu kursi yAng patah dan sekitar 5 cm panjang lukanya,
Rafka langsung mendudukan Hani dan membalut kaki Hani yang berdarah dibagian bawah lutut dengan dia menyobek banyu sragam nya sendiri.
ada beberapa murid dikelas waktu itu, langsung mendekat dan meminta agar Hani tidak kawatir dengan lukanya, mereka juga ada yang langsung mmbersih kan kursi yang rusak tadi. bahkan ada yang menempel jadwal piket yg belom sempet Hani tempel tapi Hani terjatuh.
"sakit? " tanya Rafka dengan ekspresi kawatir
"iya, ini tidak hanya perih ini sakit" jawab Hani sambil menangis
"bawa Ke klinik sekolah Raf,! spertinya itu harus dijahit" kata salah satu siswi didekat Hani.
tanpa pikir panjang Rafka langsung membalikkan Badan dan meminta beberapa teman teman mereka disana agar membantu Hani naik dipunggung Rafka.
Hani hanya menurut saja, karna Hani bocah manja, tergores sedikit saja dia pasti menangis apalagi itu lukanya begitu dalam.
Rafka langsung berdiri menggendong Hani dan membawa Hani ke klinik sekolah, Rafka sedikit berlari agar segera sampai di klinik, diperjalanan menuju klinik
ada rangga yang melihat Hani digendong Rafka, dia cemburu dan memanggil Hani tapi tak merespon.
ilham yang sedang berjalan dengan Rere menuju kelas juga kaget melihat Hani digendong Rafka.
"ilham, Hani kok digendong kenapa?" tanya Rere pada ilham yg juga tidak tau kenapa
"entahlah kita ikuti saja mereka" ajak ilham
mika dan lili sudah kembali ke kelas nya.
Rafka dan Hani masuk kedalam klinik, Rafkan menurunkan Hani pada ranjang klinik dan dokter siaga yang piket di SMA Garuda segar menghampiri mereka berdua.
"kenapa ini? " tanya dokter
"terjatuh dan tergores kayu dok" jawab Rafka smabil meluruskan kaki Hani
Hani hanyalah menagis tidak bisa menjawab pertanyaan dokter.
sedangkan rere dan ilham menunggu diluar ruangan periksa dengan penasaran.
Dokter melepas perban dadakan yang dibuat Rafka dari sobekan bajunya.
"bagus sekali ini perbannya bisa menahan agar tidak pendarahan" celetuk dokter sambil melihat baju Rafka bagian bawah yang sobek
"Rafka hanya terdiam menatap Hani yang menangis.
perawat tolong ambil kan benang jahit dan semua peralatan, ini harus dijahit, karna terlalu panjang dan dalam lukanya.
mendengar ucapan dokter Hani tambah mengencang kan suara tangisnya.
dokter hanya tersenyum melihat itu.
" diam apa loe gak malu? menangis sedari tadi", ucap Rafka pada Hani
" Hani tak menjawab malah menangis "
"dasar anak manja" celetuk Rafka
Rafka berbalik dan ingin keluar dari ruangan itu, tapi Tangan Hani segera meraih tangan Rafka menahan nya agar tidak pergi. Rafka menatap Hani dengan penuh tanda tanya.. ????????????????
"tolong jangan pergi, temani aku! aku takut"! kata Hani sambil terisak isak
'loe mau gue disini tapi loe harus berhenti nangis, berisik tauk" jawab Rafka
Hani menghentikan suara tangisnya, tapi tak bisa dibohongi air mata nya terus mengalir keluar. dia tak bisa menghentikan air matanya, masih sedikit terdengar suara sesenggukannya.
dengan tangan yang mengengam pergelangan tangan Rafka.
"dokter apakah tidak dikasih obat pereda nyeri atau obat bius, agar tidak terasa jahitanya'' ? tanya Rafka
" iya saya akan memberikan obat bius sementara agar tidak terasa waktu dijahit, sekarang saya akan membersihkan luka nya dulu, ini akan perih ya nak, di tahan yaaa"! jelas dokter
"auuuuu... sakit dok.. " rintih Hani dengan semakin mencengkram pergelangan tangan Rafka dengan kedua telapak tangannya,
Rafka yang berdiri tegap disamping Hani harus merelakan Tanganya untuk dipegang erat erat diremas Hani sebagian pelampiasan sekaligus menahan rAsa sakit dikaki nya.
dia menatap Hani penuh arti, entahlah semua ada dalam gilirannya. rasa kasihan rasa sebal dll. ada di gilirannya, baru kali ini dia peduli dengan wanita.
sedangkan rete dan ilham masih menunggu diluar ruang periksa dengan kawatir.
handphone ilham berdering tanda panggilan telepon..
"Halo," jawab ilham sambil mendekatkan HP pada telinga nya
"kata anak anak yang didalam kelas si Hani tadi jatuh dari kursi, kaki nya sobek sekitar 5 cm" suara terdengar samar
'' ok, ini gue lagi di klinik nunggu in mereka berdua gak kluar kluar, thanks infonya" ilham menutup panggilan telepon nya
"siapa ham? " tanya Rere
"johan nelpon, katanya tadi si Hani itu dikelas jatuh dari atas kursi, dan kakinya robek sampai 5 cm" jelas ilham
"astaga, panjang banget, pasti Hani nangis, Hani itu gak betah sama rasa sakit ham, " Rere khawatir
"udah tenang aja, ada dokter didalam pasti luka segitu panjang akan dijahit, karna beresiko kalo ndak dijahit" ucap ilham menenangkan Rere yang sedari tadi khwatir pada Hani.
tak sampai satu jam, dokter sudah menyelesaikan jahitan dikaki Hani, dan obat bius sudah hilang Hani terus meneteskan air matanya, tidak kuat menahan sakit.
dokter memberikan resep untuk ditebua di apotik, sementara ini Hani sudah disuntik pereda nyeri, tapi hati kalo pulang harus minum obat agar segera sembuh.
Rere dan ilham masuk begitu juga Pak Rian.
"bagaimana kondisi Hani dok," tanya Pak Rian
"sudah selesai dijahit Pak, tidak apa apa kok akan segera sembuh kalo anak nya rajin minum obat dan makan makanan yang berprotein tinggi" jelas dokter
"trimakasih dok" ucap Pak Rian
Pak Rian masuk keruangan mendekati Hani.
yang disana sudah ada Rere dan ilham juga Rafka yang sedari tadi disamping Hani, bahkan tangan Hani masih memegang pergelangan tangan Rafka.
"bagaimana perasaan mu Hani? " tanya Pak Rian
"saaaakkkkiiiit... paaaak.. " jawab Hani sesenggukan
"saya akan telpon kan orang tua mu agar dijemput" celetuk pak Rian
dan
bersambung