“Aroma ini?!” batin Cloud langsung berdiri. Bukan hanya Cloud, Rain juga berdiri di saat yang bersamaan. Mereka berdua berpandangan seolah tidak suka melihat satu sama lain. “Em, Tuan-Tuan,” sela Mr. Rafael yang tengah menjelaskan di depan. “Jika kalian tidak keberatan-“ “Permisi, Mr. Rafael.” Merige memotong di saat yang tidak tepat. Dia sedikit ngos-ngosan di ambang pintu kelas. “Merige, kau kembali sendiri?” tanya Mr. Rafael. “Ah, iya. Bell sedang dalam perjalanan. Saya-“ Ucapan Merige terpotong begitu Cloud melintas secepat kilat hingga membuat tubuhnya terhempas ke samping karena desakan angin akibat gerakan Cloud yang seperti kilat itu. “ Eh, Tuan Ra-“ Dia kembali terhempas karena Rain melintas kemudian. Mr. Rafael menghela napas melihat dua tuan di kelasnya pergi begitu

