“Kazaks aku akan membawakan tasmu, berikan padaku.” “Minggir, Scarlet!” “Kazaks! Tanganmu terluka biarkan aku membantumu!” Bell dan Habile yang tengah mencocokkan pekerjaan rumah mereka langsung menoleh ke sumber suara. “Tuan sempurna sepertinya baru kecelakaan,” ujar Bell melihat lengan kiri Kazaks yang diperban sampai siku. “Mungkin saja,” sahut Habile. “Cepat cocokkan jawabannya sebelum bel masuk.” “Iya-iya.” Bell kembali melihat bukunya. “Bukankah Kazaks tinggal di asrama?” celetuk Bell tiba-tiba. “Iya,” sahut Habile lalu memberikan tatapan bertanya-tanya pada gadis di hadapannya itu. “Bell, tidak biasanya kau perhatian pada seseorang apalagi Kazaks. Apa jangan-jangan sekarang kau pada Kazaks ...” “Tidak-tidak. Ha-ha.” Bell tertawa garing. “Sampai para vampir berhenti menghisap

