“Bell?” Kazaks terlihat terkejut melihat sosok yang tak terduga kini tengah berada dalam pelukan seseorang, lebih tepatnya seorang pria. Bell melebarkan matanya dan langsung mendorong Cloud sekuat tenaga. Keringat dingin langsung mengucur deras di seluruh tubuhnya. “Arrrrg!” erang Kazaks sembari memijat pelipisnya. “Di mana ini? Bagaimana bisa aku di sini melihat Bell.” Kazaks terdengar seperti tidak mengingat apa yang sudah terjadi padanya. Bell memandang ke arah Cloud yang berwajah masam. “A-apa yang harus kita lakukan?” ujar Bell dengan gerakan bibir tanpa mengeluarkan suara. Bukannya menjawab, Cloud malah membuat gerakan menggorok lehernya. “Apa kau sudah gila!” teriak Bell refleks langsung membungkam mulutnya. Kazaks memandang Bell dan Cloud bergantian. Perlahan dia berdiri semb

