“Apa pihak sekolah tidak menaruh curiga pada Anda karena memaksa membawanya pergi dari rumah sakit?” “Aku terpaksa menghinoptis guru itu. Cepat siapkan semuanya!” “Baik, Tuan.” Kazaks dibaringkan di sebuah ranjang dengan mata sedikit terbuka. Dia dikelilingi beberapa orang yang menatapnya bagai kelinci kecil tak berdaya. Sebelum dia kembali kehilangan kesadarannya, dia merasakan sesuatu memasuki tubuhnya. *** “Baumu benar-benar membuat penciuamanku tercemar. Siapa kau ini?” ujar Cloud pada Kazaks yang kini sudah berdiri tegak. “Apa kau mengenal makhluk ini, Bell?” tanya Cloud. Bell duduk di belakang Cloud sembari mengatur napasnya. Cekikan Kazaks tidak main-main, kini lehernya bahkan memiliki bekas keunguan. “Dia teman sekelasku,” jawab Bell sembari bangun lalu berdiri di samping Cl

