“Bell, awas! Jangan menyentuhnya!” “Kena-” Terlambat. “Arrrghh! Tanganku!” teriak Bell. Lengan yang tak seberapa besar itu telah menyentuh pusaran air dan tertarik masuk. Merige bergerak cepat menarik Bell dengan senegap kekuatannya. “Bell tahan!” “Merige, ada yang menarikku. Tolong cepat!” Bell ikut panik karena sebagian lengannya terhisap masuk. Seolah di dalam pusaran air itu ada seseorang yang terus menariknya masuk. Merige mengeluarkan seluruh tenaganya. Memasuki jalan air orang lain sama saja membunuh diri sendiri, dan Bell yang serba kurang tahu bisa berakhir dengan mengerikan. Merige tidak bisa menanggung beban yang akan terjadi seandainya malam ini Arabell Purplish menghilang tepat di depan matanya. “Aaaaaah!” eram Merige mengerahkan seluruh kekuatannya. Tubuh Bell mulai

