“Mungkin aku bisa ikut, kalau kau bisa memenuhi syarat yang kuajukan. Apa kau sanggup?” *** “Benarkah?!” teriak Bell bersamaan dengan sebuah letusan mengejutkan dari belakang yang disusul dengan padamnya lampu hingga kelas gelap gulita.. “Kyaaa!” “Apa ini? Hei siapa yang membuat gaduh di belakang? Kendalikan dirimu.” “Tenang, semuanya!” “Aaah, aku menginjak sesuatu! s**l jangan menggigit!” Teriakan, makian dan himbauan untuk tenang bercampur menjadi satu di dalam kegelapan kelas. Rupanya bukan hanya kelas mereka yang mendadak mati, tapi semuanya. Dalam sekejap mereka semua diselimuti kegelapan yang membutakan, kecuali untuk Cloud. Kegelapan sama sekali bukan apa-apa baginya. Dia bahkan bisa melihat seorang gadis yang mencengkeram tangannya dengan kuat, seolah begitu takut akan kegel

