“Ja-jadi, ada Night Staff laki-laki juga?” Mata Bell terbelalak mendengar penuturan dari Merige setelah dia menyerahkan setumpuk selebaran pada gadis itu. Mengetahui kebenaran tentang pemuda yang mencurigakan tadi membuatnya merasa sedikit kesal. “Dia ketua NS di kelas para nona, dengan kata lain siluman wanita,” ujar Marige lagi. “Kenapa kau tidak memberitahuku?” tanya Bell merasa seperti orang bodoh di depan pemuda tadi. Mengira itu adalah siluman yang menyamar dan hendak mengerjainya lagi. “Arabell Purplish.” Merige tersenyum lebar. Dia bangkit dari bangkunya dan menepuk-nepuk bahu gadis itu dengan penuh tekanan. “Masih banyak hal yang perlahan akan kau ketahui tentang Kelas Malam ini. Itulah mengapa NS diambil dari tingkat tiga. Kami bahkan melakukan training selama tiga bulan terle

