bc

The Sounds Of Your Heart

book_age16+
684
IKUTI
3.5K
BACA
sex
goodgirl
inspirational
student
drama
comedy
bxg
campus
first love
athlete
like
intro-logo
Uraian

Cinta yang di penuhi dengan dunia pikiran, Gadis Laut yang bernama Runa di kutuk neneknya sendiri untuk tidak berbicara hingga jodohnya benar-benar datang dan ketika jodohnya datang mereka harus sadar bahwa mereka berdua saling mencintai. Bagaimana jika Jodoh Runa adalah Larbi si pria sombong dan kejam itu? Bagaimana jika hanya orang itulah yang nanti akan membuatnya bisa berbicara bahkan secara tidak langsung jodoh Runa ini akan bisa mendengar suara hati Runa? Lika-liku percintaan mereka sangat berwarna, ada kesedihan, kecemburuan, pertengkaran, salah paham, romantis, kisah manis dan pengorbanan. Bagaimana kisah cinta mereka?

chap-preview
Pratinjau gratis
Prolog
Ada sebuah hutan yang tidak di perbolehkan bagi seorang gadis yang masih perawan untuk memasuki area hutan tersebut. Konon katanya siapapun yang melanggar akan mendapatkan kesialan bahkan orang yang paling tua di dalam keluarganya sendiri harus memberi sebuah kutukan kepada gadis yang melanggar itu. Jika itu tidak di lakukan maka akan terjadi bencana bahkan membuat seluruh warga menderita entah kelaparan atau terkena wabah penyakit yang menyebabkan kematian. Malam itu ombak di pantai tergolong tenang, pasar malam sedang di adakan di pantai itu sehingga banyak penduduk berkumpul di sekitaran pantai untuk menikmati banyak jajanan dan wahana bermain di tepi pantai. Ketenangan itu seolah terusik oleh Jeritan seorang gadis dari arah Hutan terlarang itu. Semua penduduk mendengarnya dan menghentikan suara musik yang terdengar cukup ramai di pasar malam itu. "Apakah itu teriakan seorang gadis? jika itu seorang wanita yang sudah menikah ini tidak akan bermasalah tapi jika itu seorang gadis maka ini akan sangat berbahaya," kata seorang Kepala Desa yang berdiri di tengah keramaian pasar malam itu. Tiba-tiba seorang nenek mencari cucunya berlarian menabrak Kepala Desa tadi kemudian terjatuh, nenek itu menangis dengan sangat keras seperti orang yang ketakutan. "Nenek ada apa?" tanya Kepala Desa sambil membantunya berdiri. Tatapan Nenek itu sedikit sayu dan sangat tergambar kesedihan dibalik bola matanya yang sudah rapuh. "Cucuku mengatakan dia akan menemui ibunya, aku ingin pergi ke hutan itu! Cucuku tidak boleh pergi kesana!" Nenek itu masih terus menangis dan ketakutan tiba-tiba dia berdiri dan berlari ke arah hutan itu. Kepala Desa itu bingung dengan perkataan nenek tadi tapi dia terus mengikutinya hingga suara teriakan itu terdengar lagi. "Aaaaaarrrrrggghh Ibu!" Nenek itu menghentikan langkahnya dan semakin histeris tubuhnya yang sudah renta melemah seketika mendengar suara cucunya dari dalam hutan itu. Dia terjatuh bersujud di bawah menyentuh pasir pantai yang sudah menempel di kedua kakinya. Kepala Desa tiba-tiba mulai panik ketika dia berfikir, "Apakah itu cucu dari Nenek ini?" "Bagaimana ini?" Keluh nenek itu masih bersimpuh. "Nek, Apakah cucumu seorang gadis?"tanya kepala Desa itu memastikan. Nenek itu kembali menangis kemudian menarik baju kepala desa itu. "Iya, dia seorang gadis, tolong bawa cucuku kembali! Aku sudah kehilangan putriku di hutan itu. Jangan sampai aku kehilangan cucuku juga!" Nenek itu terus memohon kepada kepala desa. Kepala Desa itu memeluk nenek tadi untuk menenangkannya. "Tenanglah nek, aku pastikan cucumu akan baik-baik saja dan aku akan membawanya kembali!" Kepala Desa itu memerintahkan beberapa warga untuk masuk kehutan itu dan segera mencari cucu dari nenek tadi. Beberapa jam kemudian mereka menemukan gadis itu dalam keadaan pingsan dengan luka-luka ringan di tubuhnya. Warga membawa gadis itu pulang kerumahnya, terlihat semua warga telah berkumpul di depan rumah gadis itu untuk menyaksikan sendiri kutukan yang akan di berikan nenek itu kepada cucunya. Gadis itu mulai membuka mata. "Nenek, aku melihat ibu, tapi ibu jatuh ke Jurang itu!" Gadis yang bernama Runa itu mulai berbicara. Nenek itu menangis lagi, "Kenapa kamu tidak pernah mendengarkan nenek? Jangan pergi kesana, disana sangat berbahaya! Aku sudah kehilangan ibumu, Jangan membuatku kehilanganmu juga!" nenek itu memeluk cucu kesayangannya itu. Runa merasa bersalah membuat nenek khawatir."Maafkan aku nek. Apakah setelah ini aku akan benar-benar dikutuk?" Runa yang sangat polos itu bertanya dengan wajah yang begitu tulus. Nenek itu sangat berat untuk melakukan hal itu kepada cucu kesayangannya tapi dia harus melakukannya. "Sayang, maafkan nenek tapi nenek tetap harus melakukannya!" nenek itu membelai rambut cucu kesayangannya itu. "Ini kesalahanku Nek, jadi biarlah aku bertanggung jawab dengan perbuatanku. Aku hanya ingin melihat ibu karena dia mendatangiku di dalam mimpi." jelas Runa. Nenek dan Kepala Desa membawa Runa keluar dari rumah itu untuk bertemu seluruh warga yang sudah berkumpul. Nenek itu membiarkan cucunya berdiri di hadapannya dan berlutut di depan tubuhnya. Nenek itu meneteskan air mata dan tidak kunjung berhenti, pikirannya tak sejalan. "Maafkan aku Sayangku."gumam nenek itu dalam hati. Runa tertunduk seperti sudah siap dengan semua kutukan yang akan di layangkan kepadanya hari itu. Nenek itu akhirnya membuka suaranya "Hari ini tepat di malam bulan purnama, Cucu kesayanganku melanggar peraturan karena masuk ke hutan terlarang bagi gadis yang masih perawan. Alasannya, karena dia sangat merindukan ibunya yang mati di hutan itu karena melahirkan anak di luar pernikahan." Nenek itu berhenti sebentar mengusap air matanya perlahan. Warga mendengar hal itu jadi mengingat sosok ibu gadis ini yang bernama Silvia. Mereka cukup mengerti dengan alasan itu. Nenek itu melanjutkan lagi kalimatnya. "Hari ini, aku mengutuk cucuku sendiri untuk melakukan kewajibanku terhadap kepercayaan di desa ini. Cucu kesayanganku ini tidak akan pernah berbicara sampai dia menemukan jodohnya dan mereka harus menyadari jika mereka saling mencintai, jodohnya akan bisa mendengar suara hati cucuku ini!" Ucapan kutukan nenek itu membuat langit semakin terlihat mencekam, angin berubah sedikit ribut dan ombak terasa begitu keras terdengar. Ketika petir mulai terlihat dan hujan turun. Kutukan itu berjalan, hari ini Runa kehilangan suaranya mungkin dia bisa berbicara tapi orang lain tidak akan mendengarnya. Nenek itu memeluknya dan membuat Runa berdiri."Maafkan nenek sayang! Tolong maafkan Nenek!" Runa hanya menganggukkan kepala "Aku pasti akan menemukan suaraku lagi Nek, aku akan menemukan jodohku, aku juga akan belajar lebih giat agar aku tidak di permalukan karena sekarang aku bisu. Ibu, tunggu aku menikah dan aku akan kembali ke hutan itu untuk menemui Ibu." batin Runa. Hari itu Runa berjalan ke tepi pantai dia berdoa dan berbicara sendiri. "Ibu, kenapa ibu meninggalkan Runa? Ibu tidak sayang dengan Runa? Seandainya ibu ada disini Runa pasti sangat bahagia. Nenek juga tidak akan sedih, setiap malam nenek selalu berdoa untuk ibu. Aku melihatnya sangat kehilangan dan hari ini aku malah membuatnya  sangat sedih, aku merasa bersalah tapi aku sangat merindukan ibu! Berkatilah aku bu, agar aku bisa menemukan jodohku dan bisa kembali bicara. Aku juga akan membuat nenek bahagia jika aku bisa menjadi orang sukses, Ibu mendengarkan aku kan? gumam Rina dalam hati memandang hampura laut. tiba-tiba suara petir menyambar, langit mulai gelap pertanda badai dan laut akan pasang. Runa berlari menjauhi tepi pantai, hujan mulai mengguyur pantai itu dan semua orang berlarian dari tempat itu. Para Nelayan mulai kembali dan segera turun dari perahu agar mereka selamat dan tidak terseret lagi ke tengah laut. Runa tahu ini mungkin pertanda jika Ibunya mendengarkan dan doanya telah di restui Tuhan. Sepuluh tahun kemudian Runa lulus dari SMA usianya baru delapan belas tahun di Desa dekat pesisir pantai itu yang lebih di kenal dengan sebutan Desa Nelayan. walaupun terpencil ada beberapa sekolah berdiri disana dengan ruang seadanya dan sangat sederhana dari Taman kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Ke atas. Bagi mereka yang ingin melanjutkan kuliah harus merantau ke Kota untuk mendapatkan universitas disana. Jarak Desa ke kota tidak terlalu jauh jadi aman bagi Runa yang bisa menengok neneknya di Desa itu Selama itu juga Runa di kenal sebagai gadis Laut yang bisu, dia selalu ke laut untuk melihat hutan itu dari kejauhan. Kesehariannya belajar dan berenang, dia juga menjadi ahli dalam berselancar. Sehingga banyak wisatawan sangat senang melihat pertunjukannya, dari itu juga dia membantu neneknya untuk mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar biaya sekolahnya. Ketika dia memutuskan untuk menimba Ilmu ke dunia perkuliahan, neneknya sempat melarangnya pergi karena takut cucunya tidak bisa merawat diri sendiri dan lagi biayanya cukup mahal. Runa yang sudah terbiasa menggunakan bahasa isyarat mengatakan sesuatu kepada neneknya, "Nenek, jangan Khawatir ya? Runa ingin mendapatkan pekerjaan yang layak dan bisa membahagiakan nenek jadi Runa harus kuliah kebetulan ada beasiswa kesana Nek untuk biaya Nenek tenang saja! Runa juga ingin mencari jodoh untuk menyembuhkan bisuku ini. Aku ingin mengutarakan isi hatiku kepada nenek dengan ucapan bukan dengan gerakan seperti ini!" keluh Runa dalam hati. Nenek itu memeluk cucunya itu seolah luluh dengan semua yang di ucapkannya."Maafkan aku sayang! gara-gara aku, kamu merasa menderita." Runa menggelengkan kepala."Nek, jangan menyalahkan diri sendiri terus. Sudah lama nenek selalu meminta maaf kepadaku ribuan kali, ini semua salahku nek."Runa menyelesaikan gerakan itu lalu memeluk neneknya lagi. Nenek itu meneteskan air mata, dia masih belum bisa berdamai dengan dirinya sendiri setelah kutukan itu terlontar dari mulutnya. "Aku menyetujui permintaanmu untuk pergi ke Kota. Temukanlah jodoh itu dan raihlah mimpimu setinggi langit, jaga dirimu baik-baik! Jangan lupa untuk pulang kerumah sesekali disaat waktumu luang. Nenek akan sangat merindukanmu." Jelas Nenek itu masih memeluk cucunya. Runa melepaskan pelukan itu dan tersenyum bahagia, "Nenek memang nenekku yang luar biasa, Terimakasih. Aku janji akan melakukan semua pesan nenek!" Runa menggerakkan tangannya lagi. Hari itu adalah hari terakhirnya dirumah, Runa berkemas untuk segera pergi ke Kota.  "Nenek aku berangkat, Jaga diri nenek baik-baik!" Runa menyelesaikan isyaratnya sambil berjalan meninggalkan Neneknya. Dia terus melambaikan tangan kepada neneknya itu, hingga akhirnya Neneknya sudah tidak terlihat lagi dan dia berada di halte pemberhentian bus. Runa lahir di keluarga yang sangat sederhana sehingga dia buta segala macam teknologi dari handphone, komputer bahkan televisi dia juga tidak punya. Selama ini sekolahnya pun tidak ada tekhnologi sama sekali. Dia hanya berkutat di buku perpustakaan dan belajar menggunakan teori jaman dulu. Runa di kenal gadis yang cerdas dan pandai dalam segala hal dari sastra, Sains, ilmu sosial, bahasa dan lain-lain mungkin dia buta tekhnologi tapi dalam segi otak dia tidak akan terkalahkan bagaimanapun buku akan tetap menjadi Jendela dunia.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

UN Perfect Wedding [Indonesia]

read
80.6K
bc

You'll Be Mine (Indonesia)

read
223.4K
bc

Hello Wife

read
1.4M
bc

Istri Muda

read
396.8K
bc

I Love You Dad

read
295.1K
bc

Bukan Istri Pilihan

read
1.5M
bc

Dear Doctor, I LOVE YOU!

read
1.2M

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook