Menjelang fajar mereka baru saja memejamkan matanya. Karena sepanjang malam Aji selalu mengusik Isti mengakibatkan wanita itu mendesah dan mengerang. Pukul 10 lebih sekian menit (siang hari). Isti menggeliat, mengulet tubuhnya yang rasanya tak bertulang. Perlahan dia membuka matanya. Perutnya terasa lapar, minta di isi. Mau tak mau dia bangkit dari ranjang, memakai kemeja suaminya bekas semalam. Berjalan menuju dapur, membuka kulkas dan mengambil beberapa bahan makan seadanya yang siap di olah. Beberapa menit setelahnya. Sudah tersaji di meja makan, sup yang hanya berisi sosis dan wortel, telor mata sapi dan nasi. Karena lapar, dia menyantap makanan itu lebih dulu, tanpa menunggu suaminya. Setelahnya Isti membersihkan diri dengan kucuran air hangat untuk menghilangkan lelah akibat ga

