Fajar mulai menampakkan diri. Waktu menunjukkan pukul 6 pagi. Aji memperhatikan wajah istrinya yang masih tertidur pulas. "Kamu kecapekan ya? Sori ya kalo aku nggak bisa menahan... lagian kamu juga sering godain sich... " Aji berbicara sendiri dengan lirih dan tersenyum. Dia merasa kehidupannya telah lengkap. Pria ini hanya memandang, dia tak mau mengganggu istrinya yang masih terlelap. Terdengar suara ketukan pintu di kamar Aji. "Ayah....ayah..." Aji mendengar suara khas Vazco. Dia segera bangkit dari rebahan dan bangun. Aji yang hanya memakai celana training tanpa kaos membuka pintu, dan ia mendapati Vazco yang sudah terlihat segar dan harum. Dengan kasih sayang Aji menggendong bocah kecil ini yang sekarang menjadi anaknya. Lalu ia mencium pipinya yang tembem beberapa kali. T

