PERAWAN 200 JUTA Bersahabat dengan Takdir Part 30 ••• "Kaki kanan dulu, tenang! pegangan sama Abang," ucapnya pelan setelah tawanya berhasil ia redakan. Aku bergelayut di lengannya. Jelas ini lebih menakutkan dibanding naik lift. Bara melihat kearahku, sedikit memiringkan kepalanya, mungkin sebagai isyarat untuk kembali berjalan. Aku mengangguk pelan, kemudian berjalan fokus ke tangga. Harus kaki kanan. "Tenang." Bara menepuk-nepuk pelan tanganku sambil berbisik. Tak peduli orang mau bilang apa, aku memeluk erat lengan Bara. Wajahku pasti terlihat tegang sekali. Ketenganganku semakin bertambah saat akan sampai ke lantai berikutnya. "Jangan takut, kaki kanan lagi saat akan sampai angkat ya," ucap Bara seolah mengerti apa yang aku pikirkan. Meski masih sedikit jauh, aku sudah men

