P 200 J Bab 31

2636 Kata

Tanganku meremas ujung baju yang aku kenakan. Dadaku sesak seketika, perut pun terasa kaku. Sudah aku coba mengubur dalam rasa ini, dan ternyata belum mampu. Tetap saja begitu sakit dan perih. Aku masih terdiam di samping pagar pembatas, hanya mampu menatapnya sampai tak terlihat, tergulung ramainya pengunjung lainnya. Apa yang aku pikirkan, itu sudah tak mungkin lagi, Kenzi sudah bahagia sekarang seperti apa yang aku harapkan, lalu untuk apa air mata ini. Tetap saja sakit, meski sisi hati lain mencoba mengerti dan memahami, menerima semua sebagai bagian dari sebuah takdir yang harus aku jalani. Aku hanya manusia biasa, bisa merasakan perih saat aku terluka. Bukan terluka olehnya, ini semua bukan salahnya, kami berbeda dan tak mungkin menyatukan bumi dan langit, menyatukan siang dan mala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN