Santi tiba-tiba sudah berada di belakangku, di sampingnya ada Mas Abdul security di toko ini. "Ada apa?" tanya Santi kemudian. Aku menggeleng kan kepala. "Mas yang ketemu tempo hari kan?" Santi menunjuk ke arah Radit. Radit mengangguk samar, saat Santi menunjuk ke arahnya. Aku kembali berdiri, diapit Santi dan Mas Abdul. Setidaknya sudah merasa lebih tenang karena ada mereka di sampingku. "Saya hanya ingin bicara dengan Zanna," jawab Tuan Bram kemudian. "Saya tidak ingin ikut dengan Tuan," tolakku pada pria berperawakan tinggi tegap itu. Santi menoleh ke arahku, dari matanya terkesan sebuah pertanyaan. Apa yang sedang terjadi, itu yang aku baca dari wajah Santi. "Mereka ingin aku ikut dengan mereka, tapi, aku nggak mau ikut dengan mereka," jelasku pada Santi. "Saya beberapa kali mel

