Acara hari itu berlangsung dengan lancar, sedih dan bahagia, bercampur menjadi satu. Sedih karena Nyonya Flora tak akan bersama kami lagi, bahagia karena masih tetap bisa meneruskan usaha ini demi semua karyawan di toko kue ini. "Ada titipan terima kasih dari semua tetangga," ucap Uti, Ibu pemilik rumah yang aku tinggali. Dia memintaku memanggilnya Uti, yang berarti Nenek. "Kembali kasih Uti, ntar Uti ajakin emak-emak di sini, buat borong roti, mumpung besok ada promo Uti," ucap Santi. Semua karyawan sudah pulang, hanya tinggal penjaga. Sementara aku dan Santi masih membereskan sisa acara, di bantu Uti. Bara dan Yudha masih keluar untuk membagikan makanan gratis. "Kamu sama Uti istirahat saja. Duduk, temani Uti sana, biar aku yang urus." Santi mendorongku saat akan membereskan meja.

