Part 42 Wajah Kenzi terlihat sangat tegang, selepas Ia menutup panggilan. "Ada apa?" tanyaku kemudian. "Kata Radit, Mama jatuh di kamar mandi," jawab Kenzi "Lalu, kondisinya?" "Masih di IGD," jawab Kenzi. "Kamu, mau kerumah sakit?" tanyaku kemudian. "Ayah dan Om Bram, masih di Hongkong. Aku bingung, aku bilang ada meeting luar kota. Tak mungkin bisa langsung datang," jelas Kenzi. "Lalu?" "Aku juga, tak ingin meninggalkan dirimu. Entahlah, aku masih bingung." Kenzi terlihat bingung. "Pergilah, mereka pasti membutuhkanmu." "Entahlah, Radit sedang mempersiapkan rencana untuk kita, sebelum Ayah dan Om Bram datang. Dalam dua hari ini, kita akan meninggalkan kota ini." Kenzi memberikan penjelasan. "Kalau aku pulang, aku akan sulit untuk keluar. Apalagi, kalau Om Bram sampai tau, dia

