Part 27 Aku tiup wajahnya untuk sesaat mata pria itu terpejam. Senyum terbit di bibirnya, tapi wajah itu tak bergerak masih tetap di posisi yang sama. Mata itu kembali memindai wajahku saat terbuka. Aku menahan nafas dan hanya terdiam kaku. "Jangan terlalu kurus, lihat pipimu sangat tirus, jelek aku tak suka," ucapnya kemudian. "Makan yang banyak, bukan hanya demi kamu, demi yang ada di dalam sini," lanjutnya, pandangannya turun ke perutku. Aku hanya menggerakkan mataku, kalau wajahku bergerak sedikit saja, pasti sudah bersentuhan. Bukan sok suci, keadaan sudah berbeda dari beberapa bulan yang lalu. Dulu jarak sedekat ini pasti kami sudah menaut satu sama lain. "Lapar," ucapku lirih. Bara tertawa mendengarku, dia menarik sabuk pengaman dan mengeluarkan tubuhku, karena kaitan benar-b

